Sabtu, 26 Januari 2013

Kritik Arsitektur - Metode Normatif (Tipikal)


K  R  I  T  I  K     T  I  P  I  K  A 

  • Studi tipe bangunan saat ini telah menjadi pusat perhatian para sejarawan arsitektur. Hal ini dapat dipahami karena desain akan menjadi lebih mudah dengan mendasarkannya pada type yang telah standard, bukan pada innovative originals (keaslian inovasi). 
  • Studi tipe bangunan lebih didasarkan pada kualitas, utilitas dan ekonomi dalam lingkungan yang telah terstandarisasi dan  kesemuanya dapat terangkum dalam satu typologi 
  • Metode Tipikal, yaitu suatu pendekatan yang mempunyai uraian urutan secara tersusun. Contoh. Bangunan sekolah, tipe yang ada ialah seperti ruang kelas, ruang guru,ruang kepala sekolah, ruang kesenian,  lab, perpustakaan, kantin, gudang, toilet. 
Tugas Kritik Tipikal :
Objek : Taman Akuarium Air Tawar (TAAT)

 
Taman Akuarium Air Tawar (TAAT) merupakan salah satu area tempat rekreasi keluarga yang terdapat di Taman Mini Indonesia (TMII). Tapi, biasa juga disebut dengan Museum Air Tawar. Disebut sebagai museum, karena layaknya museum, TAAT memiliki banyak “koleksi” keanekaragaman biota hayati air tawar Indonesia. Dari yang masih hidup hingga yang telah matipun ada.

TAAT menempati area tanah seluas 5.500 m2. TAAT memiliki 6.000 koleksi dari 155 spesies, meliputi tanaman air, reptilia,crustacea, dan ikan beragam jenis, ukuran dan asal. Baik dari perairan Indonesia maupn belahan dunia. TAAT dilengkapi dengan 21 akuarium dinding dan 50 lebih akuarium lepas.


Selain itu, TAAT juga dilengkapi dengan ruang karantina untuk menampung dan merawat ikan-ikan yng sakit. Ruang karantina teresebut juga digunakan untuk pengembangbiakan ikan dan perternakan pakan alami. Di tempat ini, pengunjung akan mendapat informasi tambahan tentang membudidayakan ikan.



Benar adanya jika tempat ini dikatakan sebagai museum. Karena tempat ini memiliki “koleksi” yang beragam dan dilengkapi fasilitas yang mendukung kegiatan di tempat ini. Pada TAAT terdapat museum sebagai tempat piranti penunjang peraga ikan-ikan air tawar. Di sini, pengunjung bisa melihat morfologi ikan secara mendetail dalam bentuk poster dan miniatur ikan.


Pada TAAT terdapat fasilitas penunjang, seperti auditorium sebagai ruang serbaguna dan tempat pemutaran film dokumenter. Adanya perputakaan sebagai pusat informasi mengenai biota air tawar yang membantu kita untuk lebih memahami akan koleksi yang ada.

Selain itu TAAT juga dijadikan salah satu tempat penelitian dan observasi oleh para peneliti. Banyak dari kalangan akademisi yang melakukan penelitian di tempat ini. Baik untuk tugas perkuliahan, tugas akhir, skripsi dan sebagainya.

Untuk menunjang sarana tersebut, TAAT menyediakan wahana konsultasi penyelesaian skripsi dan laporan penelitian dengan bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang mengakomodasi penelitian yang berhubungan dengan biota hayati air tawar. Dengan konsep wahana ini, TAAT juga sekaligus dapat menjadi pangkalan data tentang biologi dan keanekaragaman biota air tawar.

Sumber :
- Dokumentasi Pribadi
- Taman Akuarium Air Tawar (TAAT)
- http://www.metrorealitaonline.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar